SMKN 1 Bantul

Inilah Gerbang Belajar Menuju Masa Depan Yang Cerah.

SMKN 1 Bantul

Aku Datang Untuk Belajar.

Go Green SMKN 1 Bantul

Dengan Lingkungan yang Indah memberikan Semangat Untuk Belajar.

Keindahan Alam

Dengan Menjaga Lingkungan, Jiwa dan Raga pun Merasa Senang.

Inilah suasana sekolah saya

Di sekolah dengan suasana yang sejuk dan indah teman-teman kami dapat bermain untuk melepas kepenatan dalam belajar.

Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2013

Greenhouse

Greenhouse
Greenhouse SMKN 1 Bantul

     Sahabat go green pada tahu gak greenhouse itu apa? Jangan bilang rumah berwarna hijau lho… Greenhouse itu bening, jadi cahaya matahari bisa masuk, sehingga tananman bisa berfotosintesis. Karena berwarna bening, maka greenhouse merupakan bangunan yang terbuat dari atap kaca atau plastik micron yang dapat menyerap sinar matahari. Bangunan ini juga bermanfaat untuk mengatur tingkat kelembaban udara. Bangunan dapat dibuat permanen atau semi permanen.

Kelebihan menanam dengan Greenhouse

Beberapa kelebihan menanam tanaman menggunakan greenhouse yaitu : 
  1. Greenhouse dapat melindungi tanaman dari guyuran hujan dan cuaca panas dari luar. Hal itu karena kondisi di dalam ruangan greenhouse bisa diatur sesuai dengan kebutuhan hidup tanaman. Walaupun tanaman membutuhkan air, namun apabila berlebihan dapat menyebabkan media tanam basah sehingga resiko kehadiran cendawan semakin besar. Pemberian pupuk juga kurang efektif karena tercuci oleh air hujan. 
  2. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan baik. Jadwal penyiraman dan pemupukan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. 
  3. Serangan hama dan penyakit bisa diminimalisir. 
  4. Pemilik tanaman dapat leluasa bekerja di dalam nursery tanpa khawatir tersengat sinar matahari atau tersiram air hujan. Pokoknya seperti naik mobil “panas gak kepanasan, hujan gak kehujanan” asyik kan…. 

Greenhouse
Greenhouse SMKN 1 Bantul

Model Greenhouse yang dimiliki SMKN 1 Bantul adalah model atap segitiga, namun masih ada model yang lainnya lagi lho dibawah ini ada beberapa model yaitu : 

1. Tusuk gigi
Tipe greenhouse ini berbentuk kubus dengan atap miring pada satu sisi. 

2. Terowongan (tunnel)
Model ini cocok untuk pembibitan tanaman sayur. 

3. Atap bertingkat (piggy back)
Model ini memiliki sirkulasi udara yang baik, tetapi celah diantara kedua atap tersebut memungkinkan air hujan masuk ke dalam ruangan greenhouse. 

4. Atap berpunggung (bulbo)
Model bulbo sangat praktis, karena dapat ditempatkan di sebelah rumah atau di atas dak rumah. Sangat cocok untuk menanam tanaman hias. 

Penting juga nih…dalam membuat greenhouse tidak boleh asal-asalan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Greenhouse :

a. Ketinggian tempat 
Ketinggian tempat ini berkaitan dengan temperatur udara. Daerah panas memiliki suhu udara tinggi di siang hari sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas tanaman. Pada umumnya desain greenhouse tinggi dengan dilengkapi shading net. Dindingnya memakai screen untuk memberikan ruang udara keluar masuk greenhouse. Daerah yang dingin lebih baik membangun greenhouse dengan sistem tertutup sehingga kondisi di dalamnya dapat direkayasa sesuai kebutuhan tanaman. 

b. Kondisi tempat 
Lokasi greenhouse sebaiknya berada di tempat terbuka. Kontur tanah sebaiknya rata. Pembangunan greenhouse di daerah yang memiliki kemiringan tertentu bisa dibuat terasering. 

c. Kekuatan angin 
Lokasi sebaiknya memiliki angin yang cukup (tidak terlalu kuat). Angin terlalu kuat dapat merusak konstruksi greenhouse. 

d. Arah sinar matahari 
Arah greenhouse dibuat utara-selatan, tujuannya agar tanaman mendapat sinar matahari secara merata sepanjang hari.

Sekian dulu ya dari kami. eits jangan kemana-mana jalan-jalan dulu saja di blog kami. hehe 
terimakasih atas kunjunganya :)

Jumat, 10 Mei 2013

Cara Membuat Pupuk Organik

Pupuk Organik ala SMKN 1 Bantul

     Cara pembuatan pupuk organik itu banyak sekali. Tema-teman yang mau nyoba pasti kadang bingung nanyain yang mana yang benar. Buka blog ini itu isinya lain, cari buku malah kadang gak ketemu-temu. Berhentilah bingung, pokoknya stand by aja di blog nya Sabavoscho Go Green, ok . berikut step untuk membuat pupuk organik :

1. Untuk membuat pupuk organik, terlebih dahulu membuat tempat pengomposan. Bentuknya seperti rumah-rumahan. Sebenarnya bisa dilakukan dengan menggali tanah, namun pengolahannya lebih sulit. 

2. Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan peralatan yang terdiri dari cangkul, sekop, ember, dan terpal penutup. 

3. Menyiapkan bahan-bahan: sisa-sisa tanaman (20 kg), kotoran ternak (30 kg), dedak (1 kg), gula pasir, EM 4, dan air 

4. Larutan EM4 + gula pasir + air dicampur merata 

5. Kotoran ternak + sisa tanaman + dedak dicampur merata 

6. Campuran kotoran ternak disiram oleh larutan EM4 secara perlahan hingga merata. Kandungan air yang terdapat didalam campuran tersebut berkisar antara 30-40%, hal ini bisa di ketahui jika campuran kompos tersebut tidak meneteskan air ketika kita gengam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. 

7. Pencampuran bahan dilakukan di rumah-rumahan langsung. Setelah itu ditutup dengan terpal. 

8. Suhu bahan dipertahankan antara 40-50 derajat celcius. Untuk mengontrolnya, setiap 5 jam sekali (minimal sehari sekali) suhunya di ukur. Apabila suhunya tinggi maka bahan tersebut dibalik, didiamkan sebentar agar suhu turun, lalu ditutup kembali, demikian seterusnya. 

9. Proses fermentasi ini berlangsung sekitar 4-7 hari. 

10. Setelah bahan menjadi bokashi, terpal dapat dibuka. Bokashi ini dicirikan dengan warna hitam, gembur, tidak panas, dan tidak berbau. Dalam kondisi ini, bokashi sudah bisa dipergunakan.

Bagaimana mudah kan teman-teman?? dalam pembuatan harus teliti dan hati-hati ya teman, semoga berhasil. Sekian dari kami semoga bermanfaat. Always Go Green!! Save the Earth!!

Kamis, 09 Mei 2013

Biopori

Biopori di SMKN 1 Bantul

     Sudah menjadi kesan umum suatu instansi, hampir 90% tanahnya tertutup paving blok atau bahkan aspal. Kondisi demikian apabila tidak dilengkapi dengan biopori bisa nenimbulkan masalah yang serius. Di sekolah yang berwawasan lingkungan seperti SMKN 1 Bantul, halamannya dilengkapi dengan biopori. Adanya biopori bisa mencegah genangan dan meningkatkan daya resapan air. Teman-teman juga bisa membuat biopori di rumah masing-masing. Cara pembuatannya begini nih: 

a. Siapkan perlatan untuk membuat lubang , seperti bor, golok, semen, kawat jarring, sampah organik, wadah untuk tanah, serta gayung dan seember air. 

b. Tentukan lokasi pembuatan lubang resapan biopori, misalnya di sekeliling pohon. 

c. Jika pembuatan lubang biopori di saluran air, hancurkan dulu lapisan semen menggunakan pahat dan martil. 

d. Siram dengan segayung air bagian tanah yang akan dibor. Penyiraman tanah perlu dilakukan supaya tanah menjadi lunak dan tidak melekat pada saat melakukan pemboran. Penyiraman dihentikan ketika tanah menjadi basah. 

e. Mulailah membuat lubang dengan menggunakan bor. Posisikan mata bor pada permukaan tanah. Tegakkan tangkai bor secara vertical. 

f. Isi lubang dengan dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput. 

g. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan. 

h. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan. Jadi biopori ini juga sebagai “pabrik kompos”. Luar biasa betul kan manfaatnya…. 

Agar lebih efektif dalam meresapkan air hujan dan jika dirasa sampah organik cukup banyak, perlu dibuat biopori lebih dari satu. Untungnya teknologi ini mudah dan murah dalam proses pembuatannya. Dengan demikian, jika jumlah biopori lebih dari satu, tidak akan memberatkan pembuatnya. 
Always Go Green!! Save the Earth!!

Selasa, 30 April 2013

Go Green dengan Seni


Go Green dengan Seni
Mural Smk 1 Bantul

Hai kawan-kawan, kembali di Sabavoscho Go Green.

Bagaimana pendapat kawan-kawan tentang mural sekolah kami? Hehehe :)

Mungkin memang sederhana, tapi dibalik kesederhanaan itu, yang penting adalah usaha kita, kemewahan bukanlah suatu hal yang menentukan. Untuk Go Green kita tidak harus selalu menanam pohon, Mendaur ulang sampah, dll. Salah satu cara yang efektif adalah mengajak teman-teman atau orang di sekitar kita,caranya seperti membuat mural tentang Go Green, diharapkan jika ada orang yang melihatnya mereka ikut sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. 

Dengan mengajak orang lain untuk Go Green, itu sudah merupakan langkah besar dalam Go Green. Misal kita bisa mengajak satu orang, lalu dia mengajak temannya yang lain, dan setelah itu semakin banyak orang yang bergabung, hingga akhirnya diharapkan semua orang bisa ikut menjaga lingkungannya, sehingga terciptalah lingkungan hijau. 

Tapi marilah kita mulai dari diri kita terlebih dahulu, sehingga kita bisa menjadi contoh untuk teman-teman kita. Tetap semangat!!

Go Green and Save the Earth!!

Gerakan Stop Paku

Gerakan Stop Paku

Apa yang teman-teman fikirkan ketika melihat gambar tersebut? Apakah berarti kita tidak boleh menggunakan paku?? Hhehe. Tentu bukan, pasti teman-teman sudah tahu, ‘ STOP PAKU ‘ adalah sebuah gerakan cinta lingkungan, untuk menjaga dan tidak merusak lingkungan terutama pepohonan, yang termasuk salah satu makhluk hidup. 

Pasti teman-teman sering bukan melihat di pinggir-pinggir jalan raya, dimana ada pohon, di pohon tersebut banyak dipasang iklan-iklan atau sekedar dipasangi hiasan. Memang pohon tak bisa berkata apa-apa, tapi misalkan jika pohon tersebut dapat berbicara, ketika di paku apa yang akan dia katakan?, padahal pohon merupakan makhluk hidup yang sangat berguna sekali dalam kehidupan kita manusia. Tanpa pohon, manusia pun tak akan bisa hidup dan tidak ada kehidupan, serta pohon pun banyak di manfaatkan oleh manusia. 

Maka dari itu,kami mengajak teman-teman semua untuk mendukung gerakan ini, mari kita mulai cintai lingkungan kita. Salah satunya adalah dengan tidak merusak atau menyakiti lingkungan. Tetap Semangat!!! 

Go Green! And Save the Earth!! 

Jumat, 26 April 2013

Reboisasi ( Penghijauan Alam )


Reboisasi ( Penghijauan Alam )
Suasana Depan Kelas 
Hai kawan-kawan, kembali lagi di Sabavoscho Go Green. 

Kawan-kawan tentu tahu apa itu Reboisasi kan? Reboisasi sering disebut dengan penghijauan kembali. Tapi pengertian Reboisasi secara umum adalah penanaman kembali hutan yang telah di tandus atau gundul. Reboisasi merupakan salah satu langkah yang besar untuk kita melanjutkan Go Green daan mengurangi dampak Global Warming. 

Dengan menanam 1 pohon, kita telah menyumbang sesuatu yang besar bagi bumi ini. Seperti kita tahu dengan makin banyak pohon, maka polusi dan debu di udara akan diserap oleh pohon. Pohon juga membangun habitat dan ekosistem demi kelangsungan makhluk hidup. 

Langkah-langkah dalam melakukan Reboisasi 
antara lain: 
  1. Pemanfaatan lingkungan. 
  2. Pengendalian lingkungan. 
  3. Pengawasan lingkungan. 
  4. Kegiatan pemuluhan.
  5. Dan kegiatan pengembangan lingkungan.
Lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon. Reboisasi tidak harus di tempat yang memang sudah tandus atau gundul, Reboisasi juga dilakukan di lingkungan perkotaan, sekolahan, dan lain-lain .

Manfaat dan Fungsi dari Reboisasi antara lain :
  1. Mengurangi erosi tanah oleh angin dan air.
  2. Pelestraian kesuburan lahan pertanian sekitarnya.
  3. Kenaikan kadar air tanah.
  4. Perlindungan cekungan air tanah.
  5. Restorasi keanekaragaman hayati.
  6. Menghentikan ancaman penggurunan.
  7. Pencegahan banjir oleh penyimpanan air kapasitas tinggi di hutan.
  8. Di daerah pegunungan perlindungan terhadap longsoran.
  9. Pemanfaatan kayu atau eksploitasi buah, daun, dll.
  10. Penangkapan dan penyimpanan CO 2 untuk mengurangi efek rumah kaca (penyerapan CO 2)

Reboisasi kita lakukan untuk meningkatkan dan melestarikan sumber daya alam kita. Dalam kehidupan kita, tentu kita memanfaatkan alam ini. Sayangnya, ada juga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan alam secara berlebihan untuk kepentingannya sendiri. Yang nantinya akan memberikan dampak negatif kepada kita semua. Maka dari itu selain melakukan Reboisasi kita juga harus berusaha melindungi alam kita. 

Pencemaran lingkungan juga merupakan masalah yang kita hadapi, lingkungan kita semakin rusak karena banyaknya sampah dan limbah yang tanpa pengelolaan. Reboisasi dilakukan hanya untuk mengurangi dampaknya, lalu bagaimana cara kita menghentikan kerusakan yang terus berkelanjutan ini? Itulah permasalahan yang harus dipecahkan di masa yang akan datang. 

Mari kita lanjutkan semangat kita untuk GO GREEN AND SAVE THE EARTH!! 

Senin, 22 April 2013

Cara Membuat Komposter

Hai kawan-kawan kembali lagi di blog kami, masih melanjutkan tentang pengelolaan sampah menjadi kompos. Kami akan membagikan cara untuk membuat sebuah komposter. Komposter adalah sebuah bak atau tong tempat sampah diolah menjadi kompos, komposter membantu menjaga suhu dan kelembapan sampah sehingga hasil kompos lebih maksimal. Inilah cara-cara pembuatanya :

Bahan-Bahan untuk membuat komposter :
kita gunakan saja barang-barang yang ada di sekitar lingkungan kita yang sudah tidak dipakai.
  1. Tong plastik dan tutupnya 
  2. Ijuk atau Kulit padi atau sabuk kelapa
  3. Net atau karung bawang putih atau shading net 
  4. Karpet 
  5. Kompos 
Peralatan untuk membuat komposter :
  1. Bor listrik/solder/paku ( untuk melubangi tong ) 
  2. Spidol ( untuk membuat pola ) 
  3. Gunting/Cutter 
  4. Golok (digunakan untuk mencacah sampah). 
  5. Cetok ( untuk membolik-balik kompos ) 
  6. Tatakan (untuk wadah sampah yang sudah tercacah sebelum dimasukkan ke komposter). 
Cara Membuat Komposter :

1. Siapkan tong plastik. Lalu buat lubang dengan cara :
  • Buatlah pola lubang dengan spidol di bagian dasar dan dinding komposter, pada dasar komposter dibuat melingkar dengan jarak antar lubang sekitar 4 cm. 
  • Panaskan solder atau bor (dengan mata bor berdiameter 0,5 – 1 cm), lubangilah pola-pola tersebut secara hati-hati dan rapi. 
2. Buat Bantalan komposter dari bahan no.2 , dengan cara sebagai berikut :
  • Bahan no.2 kemudian dimasukkan ke dalam jaring agar tidak tercerai-berai. Ukuran jaring berisi bahan no.2 disesuaikan dengan diameter komposter. 
  • Bantalan yang sudah jadi tersebut kemudian diletakkan di dasar komposter. 
3. Buat Pelapis Bantalan dan Selimut pada bagian atas komposter :
  • Buatlah pola melingkar pada lembaran karpet dengan bantuan tutup tong plastik dan spidol. 
  • Guntinglah karpet menurut polanya. 
  • Buatlah dua buah. 
  • Salah satunya dilubangi secara merata sebagai pelapis di atas bantalan. Yang satunya tidak perlu dilubangi, untuk selimut kompos bagian atas. 
Untuk sampah yang akan kita olah. Tinggal kita masukan dan seperti cara yang telah kami berikan di posting sebelumnya. berikut contoh komposter yang sudah jadi :

Cara Membuat Komposter
Komposter
Bagaimana mudah kan? selamat mencoba semoga berhasil. Mari kita mulai manfaatkan barang-barang yang ada disekitar kita, jangan sampai ada barang yang tersia-siakan, sehingga hanya menjadi tumpukan sampah yang mengotori bumi.

Always Go Green! And Save The Earth!!

Sehatnya Bersepeda ria

Sehatnya Bersepeda ria
Sehatnya Bersepeda ria
Hai kawan, pernahkah kalian naik sepeda? Bagaimana rasanya? Untuk jarak yang jauh tentu kalian merasa lelah bukan. Tapi sebenarnya bukan hanya lelah yang kalian dapat. Bersepeda merupakan salah satu langkah untuk Perduli terhadap lingkungan, dan manfaat dari bersepeda antara lain:

1. Bersepeda adalah kegiatan berdampak rendah

2. Bersepeda terkena paparan sinar matahari ( Menambah Vit.D )

3. Bersepeda mengurangi stress

4. Bersepeda membantu Anda mengelola berat badan

5. Ramah Lingkungan

6. Bersepeda baik untuk jantung Anda

7. Bersepeda baik untuk otot-otot

8. Menjaga ukuran pinggang tetap ideal

9. Perpanjang umur

10. Bersepeda baik untuk koordinasi

11. Baik untuk kesehatan mental

12. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

13. Membakar kalori tubuh

14. Sebagai relaksasi tubuh

15. Tidak memerlukan bensin

Banyak kan manfaat dari bersepeda. Intinya bersepeda sangat baik untuk kesehatan tubuh dan fikiran kita, tidak memerlukan bahan bakar sehingga tidak menghasilkan emisi. Karena itulah mulai sekarang mari kita mulai perduli terhadap lingkungan salah satu caranya adalah dengan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Tetap semangat…!! 

GO GREEN!! AND SAVE THE EARTH!!

Jumat, 19 April 2013

Cara Mengurangi Sampah Di Sekitar Kita

Cara Mengurangi Sampah Di Sekitar Kita
Kawan-kawan, pernahkah kalian memperhatikan lingkungan sekitar kita? Apa yang kalian lihat? Mungkinkah ada sampah disana? Tapi semoga lingkungan kawan-kawan bersih dari sampah. Sampah memang telah menjadi masalah yang sangat serius bagi lingkungan. Entah bagaimana cara mengatasi banyaknya sampah di bumi ini. 

Lalu apa yang kawan-kawan fikirkan tentang sampah itu? Jengkel,kesal,marah,ingin membersihkannya, atau malah tidak perduli. Saya yakin kawan-kawan perduli dengan lingkungan kita, tak ingin ada sampah yang berserakan dimana-mana, maka mari kita mulai dari diri kita. Lalu mengajak orang disekitar kita, sehingga mereka juga sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah dilingkungan kita, salah satunya adalah 4R + 1D, yaitu: 
  • Recycle ( Mendaur ulang ) 
Recycle adalah mengolah ( mendaur ulang ) sampah menjadi barang baru yang berguna.contohnya, membuat kompos, membuat wadah tisu, membuat pot bunga dan masih banyak Lagi. Biasanya jika kita me recycle barang-barang bekas kita dapat membuahkan suatu keuntungan seperti dapat menjualnya dan kita dapat mengurangi sampah yang ada disekitar kita. 
  • Replace ( Mengganti )
Replace adalah mengganti barang-barang yang sulit diuraikan atau mengganti barang-barang sampah dengan barang yang ramah lingkungan atau multifungsi.
Contoh : 
  1. mengganti styrofoam dengan kertas minyak 
  2. mengganti tissue dengan sapu tangan 
  3. mengganti botol plastik yang dapat diremukan dengan botol plastik keras 
  • Reuse ( Memakai kembali ) 
Reuse adalah memakai kembali barang-barang yang memang masih dapat digunakan, walaupun tidak sesuai fungsi aslinya.
Cara nya adalah :
  1. menggunakan buku tulis yang kertasnya masih kosong untuk catatan atau coret coret 
  2. Menggunakan kedua sisi kertas 
  3. botol air mineral dapat digunakan untuk pot bunga 
  • Reduce ( Mengurangi ) 
Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan bahan yg tidak ramah lingkungan.Cara yang dapat di lakukan seperti : 
  1. membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi tas plastik yg sulit di uraikan 
  2. membeli kemasan isi ulang untuk deterjen,shampo,sabun,atau kecap daripada selalu memberi kemasan yg baru setiap kali habis 
  3. membeli barang kebutuhan dengan kemasan besar 
  4. mengurangi pembelian barang yang tidak terlalu kita butuhkan 
  • Destroy ( Menghancurkan ) 
Kita tahu bahwa tidak semua sampah dapat di Reduce, Reuse, Recyle dan Replace, ada beberapa sampah berbahaya yang mengandung limbah B3 harus di musnahkan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dalam penghancuran sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali harus ditangani secara baik dan benar. Berbagai cara seperti pembakaran, penetralisiran, hingga dikubur di tempat yang jauh dari permukiman maupun sumber daya alam penduduk wajib dilakukan supaya tercipta lingkungan bersih, sehat dan terbebas dari masalah limbah sampah. 

Mari kita mulai dari diri sendiri, hingga bisa mengajak orang lain untuk perduli terhadap lingkungan. 

Always Go Green! And Save the Earth!!

Mengolah Sampah di Lingkungan kita menjadi Kompos

Mengolah Sampah di Lingkungan kita menjadi Kompos
Contoh Kompos yang Sudah Jadi
Hai kawan-kawan, kali ini kami akan memberikan salah satu cara untuk mengurangi limbah sampah organic di lingkungan kita, yaitu dengan mengolah sampah menjadi kompos. Secara alamiah sampah organic akan diurai oleh mikroorganisme tapi dalam waktu yang cukup lama. selain mengurangi sampah membuat kompos juga bisa menjadi suatu usaha yang menguntungkan. 

Salah satu cara yang mudah dan sederhana dalam mengolah sampah dengan waktu yang relatif singkat, dengan syarat kondisi suhu, udara, dan kelembaban. Dalam proses fermentasi sampah akan bertambah suhunya yang berarti mikroba beraktifitas, memproses sampah menjadi kompos. Suhu yang baik untuk proses ini adalah 45C-65C. Jika terlalu panas, sampah harus aduk minimal 1 minggu sekali. 

Alat dan bahan yang diperlukan : 

1. Di sekolahan paling tidak harus ada 2 tempat sampah yang berbeda, untuk sampah organic ( dedaunan,sisa makanan,bangkai,dll ) dan sampah anorganik ( plastic ,botol,karet,besi,kaca,dll ) 

2. Bak plastik atau drum dengan lubang dibawahnya, untuk mengeluarkan kelebihan air. Dan dasarnya diberi tanah atau pasir untuk menyerap kelebihan air. Diletakan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan air hujan. Agar kelembaban terjaga di atas bak/drum nantinya ditutup dengan goni, triplek atau karton. 

Cara Pembuatan: 

1. Campur seluruh sampah setelah di cacah-cacah, lalu di aduk-aduk. 

2. Tambah sedikit kompos yang sudah jadi, tanah, dan dolomite (kapur), dan berikan sedikit air. 

3. Pembuatan kompos dapat dilakukan sekaligus atau secara berlapis setiap hari. Setelah 1 minggu campuran di aduk-aduk secara merata. 

4. Pada minggu 1 dan minggu 2 mikroba bekerja mengurai sampah, sehingga suhu meningkat sekitar 40C. 

5. Pada minggu ke 5 dan minggu ke 6 suhu kembali normal, yang berarti proses pengomposan berhenti. Tanda kompos berhasil dengan baik, campuran menjadi kehitaman. Kompos tidak berhasil jika campuran basah dan berbau busuk. 

6. Sebaiknya kompos diayak dipisahkan kompos yang halus dengan yang kasar, kompos yang kasar dapat sebagai campuran dalam pembuatan kompos berikutnya. 

7. Proses pengomposan dapat berhasil dengan baik, jika dapat mengendalikan kondisi suhu, kelembaban, dan oksigen. Agar mikroba dapat berkembang biak dan memproses sampah secara optimal. 

8. Agar sampah lebih cepat berproses menjadi kompos dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan Efective Microorganism (EM-4) yang bisa dibeli di toko pertanian atau membuat sendiri. 

Manfaat Kompos : 

Kompos sangat baik untuk pengganti pupuk anorganik, yang selama ini banyak digunakan petani. Penggunaan pupuk anorganik mempunyai dampak yang berbahaya bagi tanah dan mikroorganisme karena mengandung bahan-bahan kimia. Sedangkan kompos dari bahan organic yang baik untuk tanah. 

Mari kita mulai sadar untuk menjaga alam kita, mulai dari tanah,air, dan udara. Sehingga kita bisa menikmati alam ini. 

KEEP GO GREEN !! AND SAVE THE EARTH!! 

Selasa, 16 April 2013

Hal-Hal Kecil untuk Lingkungan

Hai kawan-kawan, pernahkah kalian melakukan hal yang berguna bagi lingkungan? Apa yang sudah kalian berikan untuk lingkungan kita?

Pasti pernah ya kan, Saya yakin jika kalian mau membaca artikel ini pasti kalian adalah orang-orang yang perduli terhadap lingkungan kita.

Pada artikel sebelumnya kami telah menyebutkan bahwa untuk ikut menjaga lingkungan tidak perlu materi dan tenaga yang besar. Kita bisa ikut menjaga lingkungan dengan melakukan hal-hal kecil antara lain :

1. Membuang sampah pada tempatnya



2.    Menghemat air




3.    Menghemat penggunaan listrik 




4.    Kurangi pemakaian kendaraan bermotor, Lebih baik bersepeda atau jalan kaki



5. Menanam pohon dan menjaganya


Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan kita, yang terpenting adalah niat dan keinginan kita untuk menjaga bumi kita ini, demi masa depan yang lebih cerah bagi kita dan anak cucu kita.

GO GREEN AND SAVE THE EARTH!!!

Senin, 15 April 2013

Pemanasan Global ( Global Warming )

Mungkin teman-teman telah mengetahui apa itu Global Warming? Mungkin dalam pemikiran kalian terlintas bumi yang panas, bukankah bumi kita ini memang panas? 

Arti Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi ( Wikipedia ). Sedang menurut istilah Global Warming adalah suatu peristiwa dimana bumi ini semakin panas dengan berkurangnya lapisan ozon.

Pemanasan Global ( Global Warming )
Global warming

Faktor-faktor terjadinya Global Warming antara lain : 
1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil 
2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi 
3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian 
4. Aktivitas penebangan pohon 
5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan 

Dampak-dampak dari Global Warming : 
1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia 
2. Peningkatan intensitas terjadinya badai 
3. Menurunnya produksi pertanian akibat gagal panen 
4. Makhluk hidup terancam kepunahan 

Cara mengurangi dampak Global Warming antara lain melalui:  
1. Jangan menebang hutan sembarangan
2. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor
3. Mengganti kendaraan bermotor dengan kendaraan berbahan bakar listrik
4. Mengurangi lampu di siang hari
5. Menanam pohon 

Karena itulah, mari mulai sekarang kita mulai dengan menanam pohon dan menghemat listrik. Dengan begitu kita telah memberikan sedikit partisipasi untuk menghijaukan bumi ini… 

Go Green and Save the Earth!!

Go Green SMKN 1 Bantul

Go Green
Halaman depan SMKN 1 Bantul

Hai teman-teman, selamat datang di blog kami, murid SMKN 1 Bantul.

Blog ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada kita untuk ikut perduli kepada lingkungan dan alam sekitar. Salah satu usahanya adalah dengan Go Green.

Mungkin teman-teman telah banyak mendengar atau membaca tentang “ Go green “. Banyak dijalan plakat-plakat bertuliskan Go Green, banyak orang yang membicarakan tentang Go green,media masa pun banyak beris tentang Go Green. Tapi apakah sebenarnya Go Green itu???

Secara istilah Go Green adalah tindakan penyelamatan bumi karena dampak dari pemanasan global. Sedangkan menurut bahasa Go green adalah mengajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan menciptakan lingkungan yang hijau.

Menurut kami sendiri, Go Green adalah usaha kita untuk menghijaukan alam serta menjaga lingkungan tempat kita hidup, salah satunya adalah mengurangi dampak pemanasan global.

Alam perlu kita jaga dengan baik, karena alam ini adalah milik kita juga, jika kita melakukan perusakan terhadap lingkungan, bukan hanya kita yang menerima dampak negatifnya, tapi juga orang di sekeliling kita dan akan berlanjut ke masa yang akan datang.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Tidak perlu dengan uang dan tenaga yang besar. Karena itulah kami mengajak teman-teman untuk senantiasa mencintai lingkungan kita, ikut menjaga kelestarian alam, dan terus menghijau kan bumi!

GO GREEN! AND SAVE THE EARTH!! J

Beranda